Kamis, 24 Desember 2009

Cinta Sejatiku

aku terpaksa menerima cintanya, meskipun tak sedikitpun aku mencintainya. kuterima cintanya karena hatiku sangat hampa. kekosongan hati ini membuatku tersiksa, setelah lelaki yang aku puja ternyata memilih wanita lain, bahagianya wanita yang dipilih untuk jadi kekasihnya. Deri adalah lelaki yang sekarang jadi kekasihku, kekasih yang sama sekali aku tidak mencintainya. Deri adalah teman sekelas es em a. aku tahu bahwa Deri telah menyukaiku sejak dari dulu, tapi aku tidak menghiraukannya, karena aku hanya menganggap dia sebagai teman saja tidak lebih dari itu. sudah beberapa kali dia mengungkapkan isi hatinya, tapi selalu ku tolak. sedangkan aku menyukai Rendi bintang sekolah yang menurut pandangan wanita adalah lelaki sempurna. sejak dari es em a sampai saat di universitas, aku berharap menjadi bidadarinya. Aku menerima Deri sebagai kekasihku hanya untuk pelarian saja. jadi meskipun kami sudah menjadi pasangan, kami jarang pergi bersama. Deri sering ngajak jalan bersama, tapi aku selalu menolak dengan berbagai alasan, meskipun kutahu dia kecewa, tapi dia selalu menyembunyikan kekecewaannya. seperti malam minggu kemarin Deri ngajak aku makan diluar tapi aku menolaknya dengan alasan lagi sakit perut. tapi dia datang kerumah menengokku sambil membawa buah"han, padahal aku sudah melarang untuk datang kerumahku.
assalamualaikum' suara Deri dibalik pintu.
Aku : bi' tolong bukain pintunya donk, kalau ada yang nanyain aku bilangan aku lagi tidur.
bibi : non' ada nak Deri.
Aku : (sambil keluar dari kamar ) uh...dah dibilangin jangan datang, malah nongngol.
Deri : hai say' sakit apa?
Aku : kan dah tahu tadi di SMS. (sambil acuh tak acuh)
Deri : iya aku khawatir kamu sakitnya parah.
Aku : Der' aku ingin istirahat.
Deri : ya udah, aku cuma pingin tahu ja keadaanmu. istirahatlah yang tenang ya say'

begitulah perlakuanku terhadapnya. beginilah sebuah hubungan tanpa didasari cinta. sudah hampir 8 bulan aku menjalin hubungan dengan Deri, tapi tak sedikitpun ada hasrat cinta kepadanya. sedangkan Deri sangat mencintaiku dan menyayangiku. itu terlihat dari perhatiannya kepadaku, meskipun aku selalu menghiraukannya. tapi dia selalu sabar dan mengerti keadaanku. selama delapan bulan ini aku bahkan bisa dihitung dengan jari jalan dengannya. kalau jalan berdua aku tak pernah bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. karena pikiranku, anggota tubuhku ini tak rela di jamah oleh orang yang tidak aku cintai. tapi lagi" dia selalu mengerti. suatu saat aku mendengar Rendi kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit , aku ingin sekali menjenguknya. aku menelpon Deri bahwa aku ingin menjenguknya tapi ke rumah sakitnya aku gak ada teman. cukup lama Deri menjawabnya, tapi akhirnya dia mengijinkanku dan mengantarku kesana. setibanya dikamar pasien, aku melihat rendi sendirian tanpa ada yang menjaganya. pas aku masuk, rendi terkejut melihat kedatanganku dengan Deri. setelah hampir lama gak ketemu, rendi kelihatan lebih ganteng, hatiku deg-degan, aku menghampirinya, sedangkan Deri duduk di kursi, ada perasaan bahagia bila aku dekat dengan Rendi. kami bertiga ngobrol kesana kemari, cerita tentang masa es em a dulu dan lain sebagainya. dari tingkah lakunya aku melihat Deri cemburu, tapi aku tak menghiraukannya, aku tak khawatir diputuskannya, toh aku tidak mencintainya. sebenarnya aku pingin lebih lama dekat-dekat dengan Rendi, tapi aku menghargai Deri. kami pun pamitan pulang pada Rendi, sedih rasanya aku meninggalkannya sendirian, ingin rasanya aku selalu disampingnya. dalam perjalanan pulang hp ku berbunyi, pas ku buka ternyata ada pesan dari Rendi.
Ren' Deri sekarang jadi pacarmu ya?, terus terang aku bingung untuk menjawabnya, ku diamkan sejenak sambil aku memegang hp. Deri melihatku dan bertanya, say' ada apa? "nggak ada apa2' jawabku. lalu kujawab bahwa memang betul Deri saat ini menjadi pacarku, tapi itu hanya pelarian saja. tak terasa sudah sampai di depan rumah, aku turun dari mobil Deri. "Der aku mo langsung tidur ya?", deri cuma menganggukkan kepalanya. ah.. kayaknya deri marah, tapi aku tak peduli, yang penting saat ini hatiku lagi hepi ketemu pujaan hati. jam 9 pagi kubuka laptoku, aku membuka mau mengirim pesan lewat email kepada kakakku. tapi pas kulihat dikolom pesan adan pesan masuk, kulihat pesan masuk itu, ternyata dari Deri. ini email dari Deri

assalamualaikum wr.wb.

"Ren selama ini aku tahu, kamu tidak mencintaiku, aku hanya sebagai pelarian saja. tadinya aku berpikir bisa meluluhkan hatimu tapi kenyataanya aku tidak bisa. Ren' saat kamu menerima cintaku, aku sangat bahagia, semangat hidupku sangat tinggi, karena akhirnya wanita yang selama ini aku puja, kini menjadi kekasihku. aku rela berkorban untukmu, kucurahkan semua perhatianku hanya untuk kamu, tapi semua perhatian dan pengorbananku sia-sia, cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi tak mengapa, karena semuany aku ikhlas melakukannya. Ren' seperti kata orang-orang cinta tidak bisa dipaksakan. maka dari itu sekarang aku putuskan untuk tidak hadir dikehidupanmu lagi. sebenarnya ini sakit bagiku, tapi demi kebahagiaanmu aku rela melakukannya. mencintaimu merupakan kebahagianku tersendiri bagiku, kudoakan semoga kamu mendapatkan cinta sejatimu.
wassalam.

aku duduk termanggu depan laptopku, ku baca bolak-balik isi email tersebut. tapi setelah kupikir2 aku merasa lega dengan keputusan ini, karena pikirku aku akan bebas pdkt sama Rendi.
singkat cerita aku sudah menjalin hubungan dengan Rendi, bahagianya hatiku ini, dunia terasa indah sekali. satu bulan pertama hubunganku dengan Rendi baik-baik saja, kami sering jalan bareng seminggu bisa 3 kali. tapi setelah hubunganku menginjak 5 bulan, sifat asli rendi mulai kelihatan, egoisnya mulai muncul, terlalu cemburu, kebebasanku terkekang, semua kegiatanku harus minta izin dari dia, karena aku sangat mencintainya kuturuti semua kemauannya. tapi lama-kelamaan aku jadi lelah menghadapinya, aku jadi stres. suatu saat aku lagi jalan ke mal sama mama, tiba-tiba mama mengagetkanku, mama melihat rendi jalan berdua dengan wanita lain, aku langsung meyakinkan diri sendiri, ku ikuti dia sampai di lantai atas tempat jajanan. kulihat dia membelai rambut wanita itu, bahkan mencium bibirnya, hatiku saat itu merasa hancur, tak terasa air mataku menetes dipipi, mama menenangkanku. aku langsung pulang sendiri meninggalkan mama yang sedang belanja. setibanya dirumah aku langsung masuk kamar, sambil menangis, aku tak percaya rendi yang selama ini aku banggakan menghianati cintaku.
besoknya rendi menelponku mengajak aku nonton. aku katakan bahwa sekarang tidak ada ikatan diantara kita. Rendi marah dan minta penjelasan, aku bilang gak perlu ada penjelasan, rendi sangat marah dan memaki-maki aku, aku dikatain perempuan murahan, egois dan sebagainya. baru kali ini aku merasakan sakitnya seperti ini. rendi akhirnya tidak ada menghubungiku lagi, aku merasa lega meski masih belum hilang sakitnya hati ini.
sekarang aku menjadi pendiam, aku hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. sambil merenungi mengapa semua ini bisa terjadi pada diriku, aku tak percaya semua ini. Rendi yang kupuja dari dulu ternyata tidak sebagus dengan sifatnya. tok...tok...tok, suara pintu diketuk, aku langsung menuju kearah pintu, kubukan pintu ternyata mamaku, ada apa mah? kataku', nggak mama cuma mastiin kamu baik-baik aja kan?, iya mah Reni baik2 ja". ayo dong sayang jangan merenung terus gak baik itu, kata mamaku sambil membelai rambutku, aku hanya terdiam. Ren' tadi waktu mamah di bank ketemu sama Deri, dia nanyain kamu dan nitip salam sama kamu", mendengar itu aku langsung teringat Deri, ya Deri yang cintanya aku pernah sia-siakan. sama siapa dia mah? tanyaku penasaran, sendirian' jawab mamaku.
aku ingat perhatian dan pengorbanannya meskipun aku menghiraukannya tapi dia tulus melakukan semuanya untukku. aku jadi merasa berdosa terhadapnya. lalu kubuka laptopku untuk melihat email yang dia kirim kepadaku, mudah2an masih ada. kubuka email terakhirnya ku baca berkali-kali, dia memutuskan aku hanya untuk membahagiakan aku, sungguh lelaki yang baik, mengapa aku dulu tak memandangya, menghiraukannya, bahkan aku gak mau berpegangan tangan dengannya. mengapa????.
besoknya aku mau mencoba mencari tahu keadaan Deri ke kampus, karena setelah putus dengan aku, dia memutuskan untuk pindah kuliahnya keluar kota, tapi hasilnya nihil. perutku lapar sekali, aku langsung menuju kantin kampus, kupesan makanan kesukaanku. hey!!! tiba2 sohib karibku datang mengagetkanku, dia datang tak sendirian tapi dengan seorang perempuan cantik, keliatannya ramah sekali. kenalkan ini teman baruku, Mita' dia mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya, Reni' balasku.
ren' lhu besok gak ada acara kan?"tanya Sinta,
"emang ada apa?
"mita besok mau tunangan"
"trus', tanyaku.
"lho bisa anter gw rumah mita kan', tanya sinta'.
" Iya sekalian Reni bisa hadir kan di acara tunanganku?'. tanya Mita"
"insya Alloh' jawabku'.
keesokan harinya aku pagi2 aku sudah dijemput sinta menuju rumah mita teman baruku.
entah kenapa rasanya ada yang aneh dalam hati ini, apalagi ketika sampai dirumah mita, kebetulan disana lumayan sudah agak ramai oleh orang2 yang akan menghadiri acara tunangan, aku dan sinta dipersilakan masuk sama mita, kulihat mita sangat cantik, putih, baik lagi, kenapa aku iri melihat dia ya? pertanyaan hatiku.
sekitar setengah jam barulah tunangan mita datang bersama rombongan. ketika tunagan mita dipersilakan masuk kedalam rumah, betapa terkejutnya diriku, tunangan mita adalah Deri, deri yang selama ini aku sia-siakan cintanya, tapi deri tak melihat diriku, karena aku terhalang oleh orang yang berdiri di depan. tak terasa aku meneteskan air mataku, aku minta izin untuk ke toilet, di dalam toilet air mataku sudah tak terbendung lagi, aku menangis, aku gak tahu kenapa aku menangis, siapa yang ditangisi, apakah aku cemburu, padahal aku gak pernah cemburu kepada deri, mengapa? mungkinkah aku sudah jatuh cinta sama deri. agar gak ada yang curiga aku keluar dari toilet, langusng menghampiri sinta, sinta menatapku heran. aku hanya menunduk. acara tunangan dimulai, benar aku cemburu, sekarang aku tak rela deri milik orang lain aku ingin deri jadi tunanganku (bisik hatiku), hey...kenapa melamun? sinta mengagetkanku, kulihat deri mengenakan cincin dijari manis mita, tak terasa air mataku jatuh lagi. kulihat deri dan mita senyum bahagia, tak ada yang berubah dari senyuman seorang deri, senyuman itu pernah dia berikan kepadaku, tapi aku tak perduli. aku kembali lagi pergi ke toilet tak kuasa menahan rasa sedih ini. tok..tok..tok.. pintu toielt diketuk, mungkin aku kelamaan di toilet, kubuka pintu toilet, reni...! suara orang yang tak asing lagi bagiku.
"sedang apa kamu disini' tanyanya heran".
' aku diundang sama mita, jawabku sambil tak kuasa menatap wajahnya.
" oh..kamu temannya mita ya? kok aku gak tahu.
aku hanya diam dan lagi-lagi air mataku jatuh untuk kesekian kalinya.
deri heran melihatku
''kenapa ren?.tanya deri
aku ingin sekali memeluknya, meminta maaf padanya, tapi sekarang dia sudah ada yang memiliki.
" der aku minta maaf, selamatnya, hanya itu yang keluar dari mulutku sambil terus meninggalkan deri yang keheranan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar