dear deary'
kamis 02-02-2012
sudah satu hari aku terserang flu, kebetulan hari ini aku tidak makan siang dengan nya, sedih seh tapi harus bagaimana? aku ada tugas ke luar kota, kubuka layar bb ku, kulihat ada pesan yang masuk dari dirinya..,
dia: lagi dimana..?, gi ngapain..? itulah pertanyaan yang selalu membuatku kangen padanya,
aku: aku lagi di pwk lagi makan siang.., begitu jawabku..,
aku: kamu dah makan belum? sama apa? aku balik nanya
dia: udah.., menu hari ini balakutak, bala-bala, kulit dll
setelah selesai menunaikan tugas pekerjaan, aku langsung pulang.. di tengah perjalanan kulihat sinyal dari bb nyala, pertanda ada sms y masuk, sengaja gak ku buka karena tanggung lagi pegang kemudi. satu jam kemudian aku nyampe kantor, pas kubuka ada 3 pesan dari dia, aku langsung telpon dia, karena kalau di sms takut lambat jawabnya, ku pijit nomor dia, tak lama kemudian di menjawab:
dia : hallo
aku : Ci aku minta maaf tadi lagi pegang kemudi
dua : ada teman dulu nanti di sambung lagi.
perasaan bersalah mulai muncul,kayaknya dia marah gara-gara sms g di balas, aku coba untuk sms dia dan meminta maaf, dan akhirnya dia membalas dan memaafkanku. entah bagaimana perasaan sayang kepadanya melebihi rasa pada diriku sendiri. dia mengirimi aku bubur karena tahu aku sedang gak enak badan, setiap malam aku selalu menelponnya sampai tiga jam lamanya.., dia bilang besok mau ke garut ke undangan sama temanny dan tentunya di antar sama pacarnya, aku hanya diam membisu mendengar pembicaraannya, ada rasa cemburu saat dia menyebut namanya, padahal aku tak punya hak untuk cemburu. di akhir pembicaraan dia bilang, kamu istirahat ya..! di minum obatnya, ada perasaan bahagia saat dia bilang seperti itu.
03-02-2012
jam 12 aku brangkat ke mesjid untuk menunaikan ibadah sholat jum'at, entah kenapa khutbah yang diberikan oleh khotib gak masuk ke dalam pikiranku, aku terus melihat ke arah jam, jarum jam menunjukan pukul 12.20, kareba tepat sepuluh menit lagi aku berjanji akan mengantar dia ke terminal, bersamaan dengan itu si khotib mengahiri khutbah jum'atnya.
selesai sholat jum'at aku langsung mengambil helm dan pergi ke rumahnya, meskipun lagi kurang enak badan, aku paksakan demi dia, karena aku akan kehilangan dia walau hanya satu hari, setelah sampai di rumahnya, dia langsung mengadu bahwa baju buat ke undangan gagal padahal dah di coba, aku hanya diam sambil melihat dia menggerutu dan memakai bedak, aku tersenyum, ya udah pake baju yang lain aja' kataku
aku dah janji sama teman-teman katany
setelah selesai dengan dandanan seadanya, aku antar dia keterminal pake motor, dalam perjalanan aku hanya diam, aku gak rela kehilangan walau dalam satu hari, dia juga gak ngajak ngobrol, setelah sampai terminal, kebetulah elf jurusan bandung masih kosong, trus aku coba menawarkan dia makan siang dulu, tapi karena takut gak kebagian tempat duduk, maka aku sarankan supaya dia tetap di dalam mobil, biar aku makan siang sendiri di dekat terminal. setelah makan siang selesai, aku kembali ke terminal menemuinya, aku menyapanya, dan memberikan tolak angin, dia duduk dibarisan kedua belakang, selama elf belum brangkat aku terus menemaninya, entah kenapa aku sangat merindukannya, padahal dia di sampingku, aku ingin sekali membelai rambutnya, sampai elf brangkat aku pamit dan bilang hati-hatinya...! dan kalau dah nyampe bandung sms aku..
setelah sampai kantor dia sms aku
dia :M..maf ya selama di bandung kita gak sms an dulu. mksh', nanti pas di ledeng dikabari, habis itu g ya..! kamu istirahat, tidur, biar besok2 fit!
aku :iya ci.., aku dah beli obat mau langsung tidur, pas pulang kalau g ada di antar sms y..! hati-hati ya..!
dua jam kemudian aku liat ada pesan di bb ku ' Z sampe di ledeng M..sudah yah.., dah..
dari sana aku sangat merindukannya, meskipun dia bukan kekasihku tapi aku sangat sayang padanya.., ya alloh jika dia jodohku maka dekatkanlah aku dengannya..amin...
miss you PUJIA HANDAYANI aku akan selalu menunggumu...
Jumat, 03 Februari 2012
Kamis, 24 Desember 2009
Cinta Sejatiku
aku terpaksa menerima cintanya, meskipun tak sedikitpun aku mencintainya. kuterima cintanya karena hatiku sangat hampa. kekosongan hati ini membuatku tersiksa, setelah lelaki yang aku puja ternyata memilih wanita lain, bahagianya wanita yang dipilih untuk jadi kekasihnya. Deri adalah lelaki yang sekarang jadi kekasihku, kekasih yang sama sekali aku tidak mencintainya. Deri adalah teman sekelas es em a. aku tahu bahwa Deri telah menyukaiku sejak dari dulu, tapi aku tidak menghiraukannya, karena aku hanya menganggap dia sebagai teman saja tidak lebih dari itu. sudah beberapa kali dia mengungkapkan isi hatinya, tapi selalu ku tolak. sedangkan aku menyukai Rendi bintang sekolah yang menurut pandangan wanita adalah lelaki sempurna. sejak dari es em a sampai saat di universitas, aku berharap menjadi bidadarinya. Aku menerima Deri sebagai kekasihku hanya untuk pelarian saja. jadi meskipun kami sudah menjadi pasangan, kami jarang pergi bersama. Deri sering ngajak jalan bersama, tapi aku selalu menolak dengan berbagai alasan, meskipun kutahu dia kecewa, tapi dia selalu menyembunyikan kekecewaannya. seperti malam minggu kemarin Deri ngajak aku makan diluar tapi aku menolaknya dengan alasan lagi sakit perut. tapi dia datang kerumah menengokku sambil membawa buah"han, padahal aku sudah melarang untuk datang kerumahku.
assalamualaikum' suara Deri dibalik pintu.
Aku : bi' tolong bukain pintunya donk, kalau ada yang nanyain aku bilangan aku lagi tidur.
bibi : non' ada nak Deri.
Aku : (sambil keluar dari kamar ) uh...dah dibilangin jangan datang, malah nongngol.
Deri : hai say' sakit apa?
Aku : kan dah tahu tadi di SMS. (sambil acuh tak acuh)
Deri : iya aku khawatir kamu sakitnya parah.
Aku : Der' aku ingin istirahat.
Deri : ya udah, aku cuma pingin tahu ja keadaanmu. istirahatlah yang tenang ya say'
begitulah perlakuanku terhadapnya. beginilah sebuah hubungan tanpa didasari cinta. sudah hampir 8 bulan aku menjalin hubungan dengan Deri, tapi tak sedikitpun ada hasrat cinta kepadanya. sedangkan Deri sangat mencintaiku dan menyayangiku. itu terlihat dari perhatiannya kepadaku, meskipun aku selalu menghiraukannya. tapi dia selalu sabar dan mengerti keadaanku. selama delapan bulan ini aku bahkan bisa dihitung dengan jari jalan dengannya. kalau jalan berdua aku tak pernah bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. karena pikiranku, anggota tubuhku ini tak rela di jamah oleh orang yang tidak aku cintai. tapi lagi" dia selalu mengerti. suatu saat aku mendengar Rendi kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit , aku ingin sekali menjenguknya. aku menelpon Deri bahwa aku ingin menjenguknya tapi ke rumah sakitnya aku gak ada teman. cukup lama Deri menjawabnya, tapi akhirnya dia mengijinkanku dan mengantarku kesana. setibanya dikamar pasien, aku melihat rendi sendirian tanpa ada yang menjaganya. pas aku masuk, rendi terkejut melihat kedatanganku dengan Deri. setelah hampir lama gak ketemu, rendi kelihatan lebih ganteng, hatiku deg-degan, aku menghampirinya, sedangkan Deri duduk di kursi, ada perasaan bahagia bila aku dekat dengan Rendi. kami bertiga ngobrol kesana kemari, cerita tentang masa es em a dulu dan lain sebagainya. dari tingkah lakunya aku melihat Deri cemburu, tapi aku tak menghiraukannya, aku tak khawatir diputuskannya, toh aku tidak mencintainya. sebenarnya aku pingin lebih lama dekat-dekat dengan Rendi, tapi aku menghargai Deri. kami pun pamitan pulang pada Rendi, sedih rasanya aku meninggalkannya sendirian, ingin rasanya aku selalu disampingnya. dalam perjalanan pulang hp ku berbunyi, pas ku buka ternyata ada pesan dari Rendi.
Ren' Deri sekarang jadi pacarmu ya?, terus terang aku bingung untuk menjawabnya, ku diamkan sejenak sambil aku memegang hp. Deri melihatku dan bertanya, say' ada apa? "nggak ada apa2' jawabku. lalu kujawab bahwa memang betul Deri saat ini menjadi pacarku, tapi itu hanya pelarian saja. tak terasa sudah sampai di depan rumah, aku turun dari mobil Deri. "Der aku mo langsung tidur ya?", deri cuma menganggukkan kepalanya. ah.. kayaknya deri marah, tapi aku tak peduli, yang penting saat ini hatiku lagi hepi ketemu pujaan hati. jam 9 pagi kubuka laptoku, aku membuka mau mengirim pesan lewat email kepada kakakku. tapi pas kulihat dikolom pesan adan pesan masuk, kulihat pesan masuk itu, ternyata dari Deri. ini email dari Deri
assalamualaikum wr.wb.
"Ren selama ini aku tahu, kamu tidak mencintaiku, aku hanya sebagai pelarian saja. tadinya aku berpikir bisa meluluhkan hatimu tapi kenyataanya aku tidak bisa. Ren' saat kamu menerima cintaku, aku sangat bahagia, semangat hidupku sangat tinggi, karena akhirnya wanita yang selama ini aku puja, kini menjadi kekasihku. aku rela berkorban untukmu, kucurahkan semua perhatianku hanya untuk kamu, tapi semua perhatian dan pengorbananku sia-sia, cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi tak mengapa, karena semuany aku ikhlas melakukannya. Ren' seperti kata orang-orang cinta tidak bisa dipaksakan. maka dari itu sekarang aku putuskan untuk tidak hadir dikehidupanmu lagi. sebenarnya ini sakit bagiku, tapi demi kebahagiaanmu aku rela melakukannya. mencintaimu merupakan kebahagianku tersendiri bagiku, kudoakan semoga kamu mendapatkan cinta sejatimu.
wassalam.
aku duduk termanggu depan laptopku, ku baca bolak-balik isi email tersebut. tapi setelah kupikir2 aku merasa lega dengan keputusan ini, karena pikirku aku akan bebas pdkt sama Rendi.
singkat cerita aku sudah menjalin hubungan dengan Rendi, bahagianya hatiku ini, dunia terasa indah sekali. satu bulan pertama hubunganku dengan Rendi baik-baik saja, kami sering jalan bareng seminggu bisa 3 kali. tapi setelah hubunganku menginjak 5 bulan, sifat asli rendi mulai kelihatan, egoisnya mulai muncul, terlalu cemburu, kebebasanku terkekang, semua kegiatanku harus minta izin dari dia, karena aku sangat mencintainya kuturuti semua kemauannya. tapi lama-kelamaan aku jadi lelah menghadapinya, aku jadi stres. suatu saat aku lagi jalan ke mal sama mama, tiba-tiba mama mengagetkanku, mama melihat rendi jalan berdua dengan wanita lain, aku langsung meyakinkan diri sendiri, ku ikuti dia sampai di lantai atas tempat jajanan. kulihat dia membelai rambut wanita itu, bahkan mencium bibirnya, hatiku saat itu merasa hancur, tak terasa air mataku menetes dipipi, mama menenangkanku. aku langsung pulang sendiri meninggalkan mama yang sedang belanja. setibanya dirumah aku langsung masuk kamar, sambil menangis, aku tak percaya rendi yang selama ini aku banggakan menghianati cintaku.
besoknya rendi menelponku mengajak aku nonton. aku katakan bahwa sekarang tidak ada ikatan diantara kita. Rendi marah dan minta penjelasan, aku bilang gak perlu ada penjelasan, rendi sangat marah dan memaki-maki aku, aku dikatain perempuan murahan, egois dan sebagainya. baru kali ini aku merasakan sakitnya seperti ini. rendi akhirnya tidak ada menghubungiku lagi, aku merasa lega meski masih belum hilang sakitnya hati ini.
sekarang aku menjadi pendiam, aku hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. sambil merenungi mengapa semua ini bisa terjadi pada diriku, aku tak percaya semua ini. Rendi yang kupuja dari dulu ternyata tidak sebagus dengan sifatnya. tok...tok...tok, suara pintu diketuk, aku langsung menuju kearah pintu, kubukan pintu ternyata mamaku, ada apa mah? kataku', nggak mama cuma mastiin kamu baik-baik aja kan?, iya mah Reni baik2 ja". ayo dong sayang jangan merenung terus gak baik itu, kata mamaku sambil membelai rambutku, aku hanya terdiam. Ren' tadi waktu mamah di bank ketemu sama Deri, dia nanyain kamu dan nitip salam sama kamu", mendengar itu aku langsung teringat Deri, ya Deri yang cintanya aku pernah sia-siakan. sama siapa dia mah? tanyaku penasaran, sendirian' jawab mamaku.
aku ingat perhatian dan pengorbanannya meskipun aku menghiraukannya tapi dia tulus melakukan semuanya untukku. aku jadi merasa berdosa terhadapnya. lalu kubuka laptopku untuk melihat email yang dia kirim kepadaku, mudah2an masih ada. kubuka email terakhirnya ku baca berkali-kali, dia memutuskan aku hanya untuk membahagiakan aku, sungguh lelaki yang baik, mengapa aku dulu tak memandangya, menghiraukannya, bahkan aku gak mau berpegangan tangan dengannya. mengapa????.
besoknya aku mau mencoba mencari tahu keadaan Deri ke kampus, karena setelah putus dengan aku, dia memutuskan untuk pindah kuliahnya keluar kota, tapi hasilnya nihil. perutku lapar sekali, aku langsung menuju kantin kampus, kupesan makanan kesukaanku. hey!!! tiba2 sohib karibku datang mengagetkanku, dia datang tak sendirian tapi dengan seorang perempuan cantik, keliatannya ramah sekali. kenalkan ini teman baruku, Mita' dia mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya, Reni' balasku.
ren' lhu besok gak ada acara kan?"tanya Sinta,
"emang ada apa?
"mita besok mau tunangan"
"trus', tanyaku.
"lho bisa anter gw rumah mita kan', tanya sinta'.
" Iya sekalian Reni bisa hadir kan di acara tunanganku?'. tanya Mita"
"insya Alloh' jawabku'.
keesokan harinya aku pagi2 aku sudah dijemput sinta menuju rumah mita teman baruku.
entah kenapa rasanya ada yang aneh dalam hati ini, apalagi ketika sampai dirumah mita, kebetulan disana lumayan sudah agak ramai oleh orang2 yang akan menghadiri acara tunangan, aku dan sinta dipersilakan masuk sama mita, kulihat mita sangat cantik, putih, baik lagi, kenapa aku iri melihat dia ya? pertanyaan hatiku.
sekitar setengah jam barulah tunangan mita datang bersama rombongan. ketika tunagan mita dipersilakan masuk kedalam rumah, betapa terkejutnya diriku, tunangan mita adalah Deri, deri yang selama ini aku sia-siakan cintanya, tapi deri tak melihat diriku, karena aku terhalang oleh orang yang berdiri di depan. tak terasa aku meneteskan air mataku, aku minta izin untuk ke toilet, di dalam toilet air mataku sudah tak terbendung lagi, aku menangis, aku gak tahu kenapa aku menangis, siapa yang ditangisi, apakah aku cemburu, padahal aku gak pernah cemburu kepada deri, mengapa? mungkinkah aku sudah jatuh cinta sama deri. agar gak ada yang curiga aku keluar dari toilet, langusng menghampiri sinta, sinta menatapku heran. aku hanya menunduk. acara tunangan dimulai, benar aku cemburu, sekarang aku tak rela deri milik orang lain aku ingin deri jadi tunanganku (bisik hatiku), hey...kenapa melamun? sinta mengagetkanku, kulihat deri mengenakan cincin dijari manis mita, tak terasa air mataku jatuh lagi. kulihat deri dan mita senyum bahagia, tak ada yang berubah dari senyuman seorang deri, senyuman itu pernah dia berikan kepadaku, tapi aku tak perduli. aku kembali lagi pergi ke toilet tak kuasa menahan rasa sedih ini. tok..tok..tok.. pintu toielt diketuk, mungkin aku kelamaan di toilet, kubuka pintu toilet, reni...! suara orang yang tak asing lagi bagiku.
"sedang apa kamu disini' tanyanya heran".
' aku diundang sama mita, jawabku sambil tak kuasa menatap wajahnya.
" oh..kamu temannya mita ya? kok aku gak tahu.
aku hanya diam dan lagi-lagi air mataku jatuh untuk kesekian kalinya.
deri heran melihatku
''kenapa ren?.tanya deri
aku ingin sekali memeluknya, meminta maaf padanya, tapi sekarang dia sudah ada yang memiliki.
" der aku minta maaf, selamatnya, hanya itu yang keluar dari mulutku sambil terus meninggalkan deri yang keheranan.
assalamualaikum' suara Deri dibalik pintu.
Aku : bi' tolong bukain pintunya donk, kalau ada yang nanyain aku bilangan aku lagi tidur.
bibi : non' ada nak Deri.
Aku : (sambil keluar dari kamar ) uh...dah dibilangin jangan datang, malah nongngol.
Deri : hai say' sakit apa?
Aku : kan dah tahu tadi di SMS. (sambil acuh tak acuh)
Deri : iya aku khawatir kamu sakitnya parah.
Aku : Der' aku ingin istirahat.
Deri : ya udah, aku cuma pingin tahu ja keadaanmu. istirahatlah yang tenang ya say'
begitulah perlakuanku terhadapnya. beginilah sebuah hubungan tanpa didasari cinta. sudah hampir 8 bulan aku menjalin hubungan dengan Deri, tapi tak sedikitpun ada hasrat cinta kepadanya. sedangkan Deri sangat mencintaiku dan menyayangiku. itu terlihat dari perhatiannya kepadaku, meskipun aku selalu menghiraukannya. tapi dia selalu sabar dan mengerti keadaanku. selama delapan bulan ini aku bahkan bisa dihitung dengan jari jalan dengannya. kalau jalan berdua aku tak pernah bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. karena pikiranku, anggota tubuhku ini tak rela di jamah oleh orang yang tidak aku cintai. tapi lagi" dia selalu mengerti. suatu saat aku mendengar Rendi kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit , aku ingin sekali menjenguknya. aku menelpon Deri bahwa aku ingin menjenguknya tapi ke rumah sakitnya aku gak ada teman. cukup lama Deri menjawabnya, tapi akhirnya dia mengijinkanku dan mengantarku kesana. setibanya dikamar pasien, aku melihat rendi sendirian tanpa ada yang menjaganya. pas aku masuk, rendi terkejut melihat kedatanganku dengan Deri. setelah hampir lama gak ketemu, rendi kelihatan lebih ganteng, hatiku deg-degan, aku menghampirinya, sedangkan Deri duduk di kursi, ada perasaan bahagia bila aku dekat dengan Rendi. kami bertiga ngobrol kesana kemari, cerita tentang masa es em a dulu dan lain sebagainya. dari tingkah lakunya aku melihat Deri cemburu, tapi aku tak menghiraukannya, aku tak khawatir diputuskannya, toh aku tidak mencintainya. sebenarnya aku pingin lebih lama dekat-dekat dengan Rendi, tapi aku menghargai Deri. kami pun pamitan pulang pada Rendi, sedih rasanya aku meninggalkannya sendirian, ingin rasanya aku selalu disampingnya. dalam perjalanan pulang hp ku berbunyi, pas ku buka ternyata ada pesan dari Rendi.
Ren' Deri sekarang jadi pacarmu ya?, terus terang aku bingung untuk menjawabnya, ku diamkan sejenak sambil aku memegang hp. Deri melihatku dan bertanya, say' ada apa? "nggak ada apa2' jawabku. lalu kujawab bahwa memang betul Deri saat ini menjadi pacarku, tapi itu hanya pelarian saja. tak terasa sudah sampai di depan rumah, aku turun dari mobil Deri. "Der aku mo langsung tidur ya?", deri cuma menganggukkan kepalanya. ah.. kayaknya deri marah, tapi aku tak peduli, yang penting saat ini hatiku lagi hepi ketemu pujaan hati. jam 9 pagi kubuka laptoku, aku membuka mau mengirim pesan lewat email kepada kakakku. tapi pas kulihat dikolom pesan adan pesan masuk, kulihat pesan masuk itu, ternyata dari Deri. ini email dari Deri
assalamualaikum wr.wb.
"Ren selama ini aku tahu, kamu tidak mencintaiku, aku hanya sebagai pelarian saja. tadinya aku berpikir bisa meluluhkan hatimu tapi kenyataanya aku tidak bisa. Ren' saat kamu menerima cintaku, aku sangat bahagia, semangat hidupku sangat tinggi, karena akhirnya wanita yang selama ini aku puja, kini menjadi kekasihku. aku rela berkorban untukmu, kucurahkan semua perhatianku hanya untuk kamu, tapi semua perhatian dan pengorbananku sia-sia, cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi tak mengapa, karena semuany aku ikhlas melakukannya. Ren' seperti kata orang-orang cinta tidak bisa dipaksakan. maka dari itu sekarang aku putuskan untuk tidak hadir dikehidupanmu lagi. sebenarnya ini sakit bagiku, tapi demi kebahagiaanmu aku rela melakukannya. mencintaimu merupakan kebahagianku tersendiri bagiku, kudoakan semoga kamu mendapatkan cinta sejatimu.
wassalam.
aku duduk termanggu depan laptopku, ku baca bolak-balik isi email tersebut. tapi setelah kupikir2 aku merasa lega dengan keputusan ini, karena pikirku aku akan bebas pdkt sama Rendi.
singkat cerita aku sudah menjalin hubungan dengan Rendi, bahagianya hatiku ini, dunia terasa indah sekali. satu bulan pertama hubunganku dengan Rendi baik-baik saja, kami sering jalan bareng seminggu bisa 3 kali. tapi setelah hubunganku menginjak 5 bulan, sifat asli rendi mulai kelihatan, egoisnya mulai muncul, terlalu cemburu, kebebasanku terkekang, semua kegiatanku harus minta izin dari dia, karena aku sangat mencintainya kuturuti semua kemauannya. tapi lama-kelamaan aku jadi lelah menghadapinya, aku jadi stres. suatu saat aku lagi jalan ke mal sama mama, tiba-tiba mama mengagetkanku, mama melihat rendi jalan berdua dengan wanita lain, aku langsung meyakinkan diri sendiri, ku ikuti dia sampai di lantai atas tempat jajanan. kulihat dia membelai rambut wanita itu, bahkan mencium bibirnya, hatiku saat itu merasa hancur, tak terasa air mataku menetes dipipi, mama menenangkanku. aku langsung pulang sendiri meninggalkan mama yang sedang belanja. setibanya dirumah aku langsung masuk kamar, sambil menangis, aku tak percaya rendi yang selama ini aku banggakan menghianati cintaku.
besoknya rendi menelponku mengajak aku nonton. aku katakan bahwa sekarang tidak ada ikatan diantara kita. Rendi marah dan minta penjelasan, aku bilang gak perlu ada penjelasan, rendi sangat marah dan memaki-maki aku, aku dikatain perempuan murahan, egois dan sebagainya. baru kali ini aku merasakan sakitnya seperti ini. rendi akhirnya tidak ada menghubungiku lagi, aku merasa lega meski masih belum hilang sakitnya hati ini.
sekarang aku menjadi pendiam, aku hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. sambil merenungi mengapa semua ini bisa terjadi pada diriku, aku tak percaya semua ini. Rendi yang kupuja dari dulu ternyata tidak sebagus dengan sifatnya. tok...tok...tok, suara pintu diketuk, aku langsung menuju kearah pintu, kubukan pintu ternyata mamaku, ada apa mah? kataku', nggak mama cuma mastiin kamu baik-baik aja kan?, iya mah Reni baik2 ja". ayo dong sayang jangan merenung terus gak baik itu, kata mamaku sambil membelai rambutku, aku hanya terdiam. Ren' tadi waktu mamah di bank ketemu sama Deri, dia nanyain kamu dan nitip salam sama kamu", mendengar itu aku langsung teringat Deri, ya Deri yang cintanya aku pernah sia-siakan. sama siapa dia mah? tanyaku penasaran, sendirian' jawab mamaku.
aku ingat perhatian dan pengorbanannya meskipun aku menghiraukannya tapi dia tulus melakukan semuanya untukku. aku jadi merasa berdosa terhadapnya. lalu kubuka laptopku untuk melihat email yang dia kirim kepadaku, mudah2an masih ada. kubuka email terakhirnya ku baca berkali-kali, dia memutuskan aku hanya untuk membahagiakan aku, sungguh lelaki yang baik, mengapa aku dulu tak memandangya, menghiraukannya, bahkan aku gak mau berpegangan tangan dengannya. mengapa????.
besoknya aku mau mencoba mencari tahu keadaan Deri ke kampus, karena setelah putus dengan aku, dia memutuskan untuk pindah kuliahnya keluar kota, tapi hasilnya nihil. perutku lapar sekali, aku langsung menuju kantin kampus, kupesan makanan kesukaanku. hey!!! tiba2 sohib karibku datang mengagetkanku, dia datang tak sendirian tapi dengan seorang perempuan cantik, keliatannya ramah sekali. kenalkan ini teman baruku, Mita' dia mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya, Reni' balasku.
ren' lhu besok gak ada acara kan?"tanya Sinta,
"emang ada apa?
"mita besok mau tunangan"
"trus', tanyaku.
"lho bisa anter gw rumah mita kan', tanya sinta'.
" Iya sekalian Reni bisa hadir kan di acara tunanganku?'. tanya Mita"
"insya Alloh' jawabku'.
keesokan harinya aku pagi2 aku sudah dijemput sinta menuju rumah mita teman baruku.
entah kenapa rasanya ada yang aneh dalam hati ini, apalagi ketika sampai dirumah mita, kebetulan disana lumayan sudah agak ramai oleh orang2 yang akan menghadiri acara tunangan, aku dan sinta dipersilakan masuk sama mita, kulihat mita sangat cantik, putih, baik lagi, kenapa aku iri melihat dia ya? pertanyaan hatiku.
sekitar setengah jam barulah tunangan mita datang bersama rombongan. ketika tunagan mita dipersilakan masuk kedalam rumah, betapa terkejutnya diriku, tunangan mita adalah Deri, deri yang selama ini aku sia-siakan cintanya, tapi deri tak melihat diriku, karena aku terhalang oleh orang yang berdiri di depan. tak terasa aku meneteskan air mataku, aku minta izin untuk ke toilet, di dalam toilet air mataku sudah tak terbendung lagi, aku menangis, aku gak tahu kenapa aku menangis, siapa yang ditangisi, apakah aku cemburu, padahal aku gak pernah cemburu kepada deri, mengapa? mungkinkah aku sudah jatuh cinta sama deri. agar gak ada yang curiga aku keluar dari toilet, langusng menghampiri sinta, sinta menatapku heran. aku hanya menunduk. acara tunangan dimulai, benar aku cemburu, sekarang aku tak rela deri milik orang lain aku ingin deri jadi tunanganku (bisik hatiku), hey...kenapa melamun? sinta mengagetkanku, kulihat deri mengenakan cincin dijari manis mita, tak terasa air mataku jatuh lagi. kulihat deri dan mita senyum bahagia, tak ada yang berubah dari senyuman seorang deri, senyuman itu pernah dia berikan kepadaku, tapi aku tak perduli. aku kembali lagi pergi ke toilet tak kuasa menahan rasa sedih ini. tok..tok..tok.. pintu toielt diketuk, mungkin aku kelamaan di toilet, kubuka pintu toilet, reni...! suara orang yang tak asing lagi bagiku.
"sedang apa kamu disini' tanyanya heran".
' aku diundang sama mita, jawabku sambil tak kuasa menatap wajahnya.
" oh..kamu temannya mita ya? kok aku gak tahu.
aku hanya diam dan lagi-lagi air mataku jatuh untuk kesekian kalinya.
deri heran melihatku
''kenapa ren?.tanya deri
aku ingin sekali memeluknya, meminta maaf padanya, tapi sekarang dia sudah ada yang memiliki.
" der aku minta maaf, selamatnya, hanya itu yang keluar dari mulutku sambil terus meninggalkan deri yang keheranan.
lagi boring neh
sebenarnya bingung apa yang harus ungkapkan di blog ini. libur panjang membuatku jenuh..., jenuh banget..disaat orang-orang menikmati liburannya, diriku cuma termanggu sendiri di depan komputer, buka FB bosen, buka bloger bingung apa yang harus ditulis, jadi we bete. oh iya sekarang2 aku rada-rada boros terutama soal makanan, gak tahu pada mahal atau nilai uangnya yang kecil. kepikiran sih untuk berhemat, untuk makan bisa diakalin untuk numpang makan di rumah sodara, tapi biasanya suka bosen, makan diluar? enak sih, tapi untuk saat ini aku pikir-pikir dulu, tapi makan diluar juga tak selalu bahagia, gimana bahagia kalo makan cuma sendiri. yah.. sendiri lagi deh..., kalo udah ngomongin sendiri, aku adalah orang yang mandiri, coz segala sesuatu ku kerjakan sendiri, dari mulai tidur, makan, nyuci baju, nyuci piring dan masih banyak lagi. (kasihan juga ya, tapi siapa yang mau mengerti perasaanku ini? hik...hik...) tuh...jadi lupa apa lagi yang ditulis ya?. 'perhatian' semua orang ingin mendapat perhatian, tapi orang yang ingin diperhatikan biasanya tidak pantas untuk diberi perhatian, kenapa ya?. egois.... mungkin itulah sebabnya, semua orang ingin dapat perhatian, sedangkan kita sendiri lupa untuk memberi perhatian kepada orang lain, selain perhatian ada juga yang namanya penghargaan, semua orang ingin dihargai, sedangkan dirinya sendiri tidak bisa menghargai orang lain, itulah yang namanya egois..........., jagi orang yang egois paling enak menurut saya, tapi untuk dirinya sendiri, bagi orang lain malah jadi paling blenek......., ah aku akan mencoba untuk tidak egoisme, apa itu egoisme? setelah aku telurusi di GOOGLE egoisme adalah suatu tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri.Karena itu, satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. kadang aku berfikir apakah aku termasuk orang yang egois? entah lah... biar orang yang menilai. ngomong" aku dah lima tahun lebih tinggal di kota ini. alhamdulillah aku dah jadi seorang sarjana ekonomi akuntansi. aku tinggal bersama saudara sepupu dari ibuku, semua saudara"nya menilai dia adalah sosok yang tegas, disiplin. jadi selain aku kayaknya gak bakalan ada orang yang betah tinggal dengan nya, tapi bagiku dia adalah orang yang paling aku hormati, paling aku segani, karena umurnya dah hampir separuh baya, jadi aku anggap dia sebagai pengganti ayahku. dia orangnya baik, bahkan sangat baik sekali. melalui dia aku bisa menjadi seorang sarjana. aku ingin sekali membahagiakannya, sekarang aku anggap duka baginya adalah duka juga bagiku, begitupun bahagia dirinya adalah bahagia diriku. terus terang saat ini aku belum bisa membalas jasa" dan kebaikannya. dan aku akan selalu berdoa untuk kebaikan dirinya dan keluarganya.
Senin, 14 Desember 2009
Tantangan menjadi seorang sarjana
Setelah lima tahun menunggu akhirnya jadi juga aku menjadi seorang sarjana ekonomi. sebagian orang, menjadi sarjana merupakan kebanggaan tersendiri begitu juga halnya diriku. Karena dengan mempunyai gelar sarjana derajat kehidupannya akan meningkat. tapi faktanya banyaknya lulusan sarjana yang tidak berhasil dalam meraih impiannya (mudah-mudahan ini tak terjadi pada diriku).Tapi ada juga yang berhasil, sebagian sarjana hanya mengandalkan ijazah dalam melamar pekerjaannya tanpa modal keahlian. lalu yang jadi pertanyaan kemanakah ilmu yang dipelajari selama dibangku kuliah?. biasanya dibangku kuliah hanya berkutat pada teori meskipun terkadang suka diselipkan prakteknya, tapi pada kenyataannya teori yang dipelajari dengan praktek dalam dunia kerja terkadang agak menyimpang. tapi itu semua kembali pada si sarjana sendiri. Pernah suatu ketika aku mendengar dari seorang teman bahwa si abah (namanya asep) dimarahin sama kakaknya, gara-garanya setelah lulus kuliah malah menjadi pengangguran, dan kuliah hanya ngabisin duit aja, mendengar itu... saya jadi ngeri juga. saya berpikir siapa yang salah dalam hal ini. apakah si abah atau kakaknya atau mungkin juga keadaan yang tak mendukung pada dirinya. atau mungkin juga belum saatnya menerapkan ilmunya. tapi banyak juga teman-teman yang begitu lulus langsung dapat kerja, ada yang di bank, di leasing dan masih banyak lagi. tapi pas ditanya tentang situasi kerja, hampir semuanya bilang bahwa semua yang dipelajari selama dibangku kuliah sangat jauh sekali bahkan ada yang bilang sulit untuk menerapkannya.
Sabtu, 12 Desember 2009
roda kehidupan
kata orang hidup ini layaknya sebuah roda berputar, dimana ada saatnya kita dibawah dan ada saatnya kita diatas...., terkadang orang tidak menyadari atau kurang menerima ketika roda kehidupannya sedang dibawah. atau banyak roda kehidupan seseorang tidak naik-naik ke atas. banyak sebab yang menjadikan seseorang terus dibawah. berusaha dan berdoa, dua kata ini bisa menjadi kunci kesuksesan hidup kita. berusaha dan berdoa..ya inilah modal kita. kita hanya berusaha dan berdoa adapun hasilnya kita serahkan pada yang maha kuasa, kita tidak diwajibkan untuk berhasil dalam mengerjakan sesuatu, tapi kita diwajibkan untuk berusaha dan berdoa. banyak orang yang sudah sukses dilihat pada saat suksesnya aja, tanpa melihat bagaimana dia berproses untuk mencapai kesuksesan,
Langganan:
Postingan (Atom)